Saudara!
Seandainya kau tangisi kematianku,
Maka di atas tulang-tulangku yg hancur luluh,
Nyalakan obor buat umat ini,
Dan......
.Teruskanlah perjalanan ke gerbang jaya.
Saudara!
Kematian adalah suatu perjalanan,
Mendapatkan kekasih yg sedang merindu,
Taman-taman di syurga tuhanku bangga menerimaku,
Burung-burungnya berkicau riang menyambutku,
Bahagialah hidupku di alam abadi.
Saudara!Puaka kegelapan pasti akan hancur,
Dan alam ini akan disinari fajar lagi,
Biarlah ruhku terbang mendapatkan rindunya,
Janganlah gentar berkelana di alam abadi,
Nun di sana fajar sedang memancar....
Seandainya kau tangisi kematianku,
Maka di atas tulang-tulangku yg hancur luluh,
Nyalakan obor buat umat ini,
Dan......
.Teruskanlah perjalanan ke gerbang jaya.
Saudara!
Kematian adalah suatu perjalanan,
Mendapatkan kekasih yg sedang merindu,
Taman-taman di syurga tuhanku bangga menerimaku,
Burung-burungnya berkicau riang menyambutku,
Bahagialah hidupku di alam abadi.
Saudara!Puaka kegelapan pasti akan hancur,
Dan alam ini akan disinari fajar lagi,
Biarlah ruhku terbang mendapatkan rindunya,
Janganlah gentar berkelana di alam abadi,
Nun di sana fajar sedang memancar....
(Ditulis beberapa ketika sebelum menemui syahid)
Nukilan : As-Syahid Sayyid Qutb
Terbitan : Petunjuk Sepanjang Zaman
Ditulis : Si Helang Merah


No comments:
Post a Comment